PENCARIAN
Kategori
WEBSITE TERKAIT
DOWNLOAD
Edaran
Aplikasi
e-library
Presentasi
Undangan
VIDEO KEGIATAN

Video Kegiatan PP & PL
FORUM

Jl. Percetakan Negara No. 29, Kotak Pos 223, Jakarta 10560 - Indonesia


Phone : 62214247608
Fax : 62214247807

BERITA - BERITA TERBARU

Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program Pengendalian Tuberkolosis Resmi di Tutup
2013-07-09 16:35:54

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE menutup resmi Pertemuan Monitoring dan Evaluasi  Program Pengendalian Tuberkulosis di Denpasar, Bali pada 6 Juli 2013.  

 

Dalam sambutan Prof. Tjandra  menyampaikan 5 hal, yang berkaitan dengan Pertama, Laporan, Diskusi dan Kesimpulan hasil pertemuan ini agar dapat dijalankan di lapangan dan dibuat surat edaran dari Kepala Dinas untuk menindaklanjuti hal tersebut di atas. Kedua, Program TB yang dibiayai oleh GF ATM harusmenjalankan tujuan utamanya adalah menurunkan masalah TB, dan  jangan hanya mempermasahkan pelaksanaan yang mikro tetapi lupa pada tujuan yang utamaharus bekerja dengan “sangat teliti” untuk pemanfaatan dana GF dan karenaGF pasti akan berhenti, maka Exit strategy hendaknya “harus” segera berjalan.

 

Ketiga, kata Prof. Tjandra, dalam HLP meeting di kantor WHO SEARO awal Juli, ada 5 pilihan point of discussion, dua diantaranya berhubungan dengan TB. 5 hal itu menurut Prof. Tjandra adalah Civil RegistrationVital Statistic, From Coverage to quality, To reach the unreachNeglected Disease dan TB Resistant  yang masih merupakan masalah di dunia.Dimana Mandatory Notification dan SITT harus masuk di dalam sistem CRVS.

 

Keempat, Pada kunjungan ke India awal Juli 2013, Di daerah Old Delhi Prof. Tjandra mengungkapkan bahwasannya beliau telah melihat seorang dengan meja dan brosur serta spanduk bertuliskan DOTS di trotoar jalan. Hal ini bisa jadi acuan kita untuk melakukan Pendekatan DOTS yang masih berperan pentingdan Harus dicari terobosan untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat (secara nyata), seperti "meja" DOTS di trotoar Old Dehli, sehingga kegiatan nyata di atas dapat meningkatkan penemuan kasus TB, ungkap Prof. Tjandra.

 

Kelima, Dalam kunjungan kerja Prof. Tjandra ke New Delhi, disebelah obyek wisata Qutub Minar, beliau telah melihat adanya TB Center. Hal ini dapat menjadi pemikiran bahwa untuk menyelesaikan masalah TB harus menyertakan berbagai pihak, termasuk kemungkinan membuat TB centerdan Pengalaman atau succes story dari program penanggulangan TB di Indonesia perlu dikemas dan di"pasar"kan sehingga pihak luar negeri dapat belajar atau studi banding ke Indonesia.

 

Demikian disampaikan Dirjen PP dan PL Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama.