PENCARIAN
Kategori
WEBSITE TERKAIT
DOWNLOAD
Edaran
Aplikasi
e-library
Presentasi
Undangan
VIDEO KEGIATAN

21
FORUM

Jl. Percetakan Negara No. 29, Kotak Pos 223, Jakarta 10560 - Indonesia


Phone : 62214247608
Fax : 62214247807

BERITA - BERITA TERBARU

Kemenkes RI Selenggarakan Press Briefing Dalam Rangka Hari Kusta Sedunia Tahun 2017
2017-02-03 14:58:22

Peringatan Hari Kusta mengangkat tema “Kusta : Temukan Dini, Tidak Ada Cacat, Tidak Ada Stigma”. Dalam rangka memperingati Hari Kusta Sedunia Tahun 2017, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Press Briefing, Pada (1/2) di Ruang Mahar Marjono Kementerian Kesehatan RI.

 

Tujuan dilaksanakannya Peringatan Hari Kusta Sedunia Tahun 2017, antara lain adalah mengingatkan masyarakat tentang keberadaan penyakit kusta di tengah-tengah kita. Selain itu, peringatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran keluarga dan masyarakat dalam upaya penemuan kasus kusta secara dini serta menghapus stigma kusta dan menghilangkan diskriminasi terhadap orang yang mengalami kusta.

 

Kusta adalah penyakit menular/infeksi menahun disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae, BUKAN disebabkan oleh kutukan, keturunan atau makanan. Kuman kusta dapat menyerang kulit dan saraf tepi, sehingga jika terlambat diobati dapat menimbulkan cacat permanen. Gejala awalnya adalah bercak pada kulit yang mati rasa. Kusta dapat disembuhkan tanpa cacat jika cepat ditemukan dan cepat diobati. Obat Kusta pun diberikan secara gratis.

 

dr. Subuh mengatakan dalam keterangannya dihadapan para wartawan media massa bahwa sumber dari penularan Kusta adalah penderita kusta yang belum mengkonsumsi obat kusta dan cara penularannya adalah melalui pernafasan (percikan cairan pernafasan).

 

Lebih lanjut dr. Subuh menjelaskan bahwa prevalensi kasus Kusta di Indonesia tahun 2015 sebesar 0,78 per 10.000 penduduk dengan jumlah penderita kusta yang terdaftar sebanyak 20.160 kasus. Sedangkan kasus baru Kusta tahun 2015, dimana angka penemuan kasus baru di Indonesia sebesar 6,73 per 100.000 penduduk dengan jumlah kasus baru di Indonesia sebesar 17.202 kasus baru. Untuk kasus baru Kusta Anak < 15 tahun pada tahun 2015 sebesar 11,22 dan angka cacat tingkat 2 per 1.000.000 penduduk pada tahun 2015 sebesar 6,60.

 

Untuk itu, kata dr. Subuh target nasional untuk pengendalian Kusta adalah pencapaian eliminasi seluruh provinsi pada tahun 2019 dengan penurunan angka cacat tingkat 2 pada kasus baru menjadi < 1 per 1 juta penduduk pada tahun 2020. Maka dari itu untuk mencapai terget tersebut diperlukan startegi program pencegahan dan pengendalian Kusta melalui Promosi (KIE: PHBS, Tanda dan Gejala, Cara Cegah Cacat, Penurunan Stigma melalui Self Stigma, keluarga, masyarakat, Nakes), Preventif (Cegah baik itu penularannya, Stigma dan Cacat, pemberian kemoprofilaksis pada kontak untuk memutus rantai penularan), Deteksi Dini (Penemuan kasusu melalui : penemuan bercak oleh keluarga, pemeriksaan kontak, UKS, Survei Desa, Pemberdayaan OYPMK untuk penemuan kasus, PMO, kasus mangkir), Kuratif (MDT, Tatalaksana Reaksi), dan Rehabilitasi (Medis baik melalui operasi rekonstruksi dan protesa, Sosial Ekonomi pada Kelompok Perawatan Diri/KPD, dan Kelompok Mandiri/SHG).

 

“Untuk itu saya berpesan bahwa Kusta itu dapat disembuhkan tanpa cacat bila ditemukan secara dini dan diobati secara tepat, tidak ada cacat kusta maka stigma akan hilang,” ujar dr. Subuh

 

Kegiatan peringatan Hari Kusta Sedunia tahun 2017, antara lain adalah penyebarluasan informasi tentang kusta di masyarakat melalui pemasangan spanduk, dan pembagian media KIE (kipas, leaflet, dan lain-lain), serta wawancara radio/televisi yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Selain itu, dilaksanakan juga Temu Media/Press Briefing dengan insan Media yang berpartisipasi untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat serta penayangan video tentang kusta melalui media sosial.