PENCARIAN
Kategori
WEBSITE TERKAIT
DOWNLOAD
Edaran
Aplikasi
e-library
Presentasi
Undangan
VIDEO KEGIATAN

21
FORUM

Jl. Percetakan Negara No. 29, Kotak Pos 223, Jakarta 10560 - Indonesia


Phone : 62214247608
Fax : 62214247807

BERITA - FOCUS TODAY

Rakerkesnas Tahun 2017 dengan Mengusung Pendekatan Keluarga untuk Mewujudkan Indonesia Sehat Resmi di Buka Presiden RI Joko Widodo
2017-03-03 18:33:52


 

Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) Tahun 2017 dengan mengusung Tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Pelaksanaan Pendekatan Keluarga untuk Mewujudkan Indonesia Sehat” resmi dibuka oleh Bapak Presiden Joko Widodo, pada Selasa (28/2) di Hotel Bidakara Jakarta. Pada pembukaan dilakukan juga peluncuran program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) dan Pencanangan Pembangunan 124 Puskesmas di Perbatasan.

 

Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.787 peserta yang berasal dari pusat dan daerah. Pada Rakerkesnas tahun ini dilakukan juga penandatanganan tiga buah Nota Kesepahaman, yaitu nota kesepahaman antara Kementerian Kesehatan dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), nota kesepahaman antara Kementerian Kesehatan dengan pemerintah daerah Kabupaten tentang penempatan tenaga dokter spesialis dalam rangka program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS), dan nota kesepahaman antara Kementerian Kesehatan dengan delapan perwakilan Dunia Usaha dan Mitra Strategis lainnya tentang Program Corporate Social Responsibility (CSR) Bidang Kesehatan.

 

Dalam laporannya, Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek mengatakan Program  Indonesia Sehat merupakan upaya untuk menyadarkan masyarakat Indonesia untuk berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Program Indonesia Sehat memiliki tiga pilar, yakni: 1) Mengubah mindset masyarakat untuk berparadigma sehat melalui peran lintas sektor dalam menyukseskan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) melalui pendekatan keluarga; 2) Penguatan pelayanan kesehatan; dan 3) perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui jaminan kesehatan nasional (JKN).

 

“Kementerian Kesehatan terus berupaya menyehatkan Indonesia melalui berbagai program prioritas unggulan program kesehatan”, tutur Menkes.

 


Selain itu, upaya pemenuhan tenaga kesehatan dilakukan terobosan dengan program Nusantara Sehat untuk akselerasi program kesehatan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta program preventif dan promotif. Penempatan tim nusantara sehat di 124 Puskesmas (tahun 2015), 131 Puskesmas (2016), dan 188 Puskesmas (2017).

 

“Seluruh yang hadir di ruangan ini mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden atas kebijakan Bapak yang telah mengangkat 39.090 orang dokter, dokter gigi dan bidan PTT menjadi CPNS di lingkungan daerah”, kata Menkes.

 

Pada awal tahun 2017, upaya pemenuhan SDM Kesehatan diperkuat dengan adanya kebijakan baru yakni Wjaib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) mewajibkan seluruh lulusan baru dokter spesialis untuk ditempatkan di RS prioritas daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan, RS Rujukan Regional, dan atau RS Provinsi.

 

Menkes juga menyampaikan kesediaan Bapak Presiden Jokowi mendukung upaya Kemenkes melakukan ntervensi berupa pemberian makanan tambahan (PMT) kepada Ibu Hamil dan Balita yang rawan mengalami permasalahan gizi kurang energi kronik (KEK) diharapkan dapat menjadi katalisator keberhasilan program kesehatan terutama di bidang gizi.

 

Dikesempatannya, dengan disaksikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo, Menkes menyerahkan secara simbolis stetoskop kepada 5 orang dokter spesialis peserta WKDS, yaitu: 1) dr Dwi Indah Cahyani, Sp.A , penempatan RSUD Kota Madiun Jawa Timur; 2) dr Hendra Hendrizal, Sp. B, penempatan RSUD Arosuka Solok Sumatera Barat; 3) dr Bram Mustiko Utomo, Sp.OG, penempatan RSUD H. Andi Abdurahman Tanah Bumbu Kalimantan Selatan; 4) dr Prasetyo Kirmawanto, Sp.PD, penempatan RSUD Kabupaten Nunukan Kalimantan Selatan; dan 5) dr Nur Hajria Brahmi, Sp.An, penempatan RSUD Datu Sanggul Rantau Kab. Tapin Kalimantan Selatan. Selain itu, dalam mencanangkan Pembangunan 124 Puskesmas di Perbatasan, Menkes memberikan maket pembangunan Puskesmas kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boevendigul, Papua dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Selatan.

 

Presiden RI, Joko Widodo dalam sambutannya saat membuka Rakerkesnas 2017 menyampaikan ambaran bahwa pada tahun 2025-2030 akan ada bonus demografi Indonesia akan mendapatkan peluang bonus demografi.

 

Karena itu, Presiden berpesan bahwa masalah kesehatan ini sangat fundamental untuk kita selesaikan. “Jangan ada lagi masalah gizi buruk. Entah itu hanya satu anak, dua atau tiga anak, apalagi lebih dari itu harus segera diselesaikan”, katanya.

 

Presiden menyatakan bahwa tidak ada satu pun anak yang pantas kekurangan gizi di Indonesia, mengingat Indonesia saat ini merupakan negara dengan pendapatan menengah. Ditambahkan oleh beliau, bahwa tidak ada anak yang pantas kehilangan nyawa karena penyebab penyakit yang seharusnya bisa kita cegah.

 

Untuk itu, Presiden sangat mengharapkan peran aktif Puskesmas, khususnya kepala dinas kesehatan untuk lebih mengenalkan bahkan mengarahkan masyarakat kepada kesehatan dan pentingnya pencegahan, utamanya melalui pendekatan keluarga.

 

“Kuncinya, jangan menunggu. Datangi. Pendekatan terhadap keluarga ini sangat diperlukan. Menjadi kepuasan pribadi bila kita bisa mengantarkan bangsa kita mengantarkan anak-anak kita menuju Indonesia Emas. Tugas kita itu”, tegas Presiden. Karena untuk menjadi negara yang mampu bersaing untuk masuk ke dalam 45 negara dengan PDB terbesar, harus mampu menyelesaikan persoalan dan beban secepatnya. Tidak ada lagi anak yang kekurangan gizi dan hidup dalam kemiskinan di negara berpendapatan menengah.

 

Untuk itu, beliau menyerukan agar masyarakat harus memperhatikan dan memprioritaskan pemenuhan gizi di dalam keluarga.

 

“Jangan sampai ada uang dipakai untuk beli rokok dan tidak dipakai untuk menambah gizi anaknya. Hal-hal seperti itu diingatkan pada keluarga-keluarga di kampung, di desa dimana Puskesmas itu ada. Kalau enggak seperti itu, enggak ngerti mereka”, tambah Presiden.

 

Presiden mengharapkan, Indonesia Emas pada tahun 2045 harus menjadi cita-cita bersama. Indonesia berpeluang menjadi negara besar dengan pendapatan yang tinggi dan mampu berkompetisi dengan negara-negara lain.

 

“Tugas kita itu, mengantarkan anak-anak kita untuk menuju kepada Indonesia emas di 2045”, tandas Presiden.

 

Selain itu, Presiden juga menekankan peran serta dari lintas sektor untuk bersama-sama berperan dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) karena tidak mungkin Kementerian Kesehatan bekerja sendirian menyelesaikan permasalahan kesehatan tanpa bantuan dari sektor lainnya.

 

Rangkaian kegiatan Rakerkesnas 2017 yang diselenggarakan pada 26 Februari 2017 s.d 1 Maret 2017, antara lain yaitu pembahasan mengenai kebijakan kesehatan, evaluasi program pembangunan kesehatan, peluang dan tantangan di bidang kesehatan, pembukaan Pameran Rakerkesnas 2017, Peluncuran Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) dan Re-registrasi Online Tenaga Kesehatan Indonesia, paparan para narasumber yang berasal dari lintas sektor dan diakhiri dengan dialog interaktif, serta pembacaan rekomendasi hasil Rakerkesnas 2017.